SEJARAH DESA KANTEN

Administrator 13 Juni 2017 07:34:31

Asal usul Desa Kanten menurut sesepuh atau sejarah pada jaman dahulu ada seorang prajurit dari Kerajaan Mataram yang konon kabarnya bernama Ki Mangunsari.

Sehubungan dengan adanya perpecahan di kerajaan Mataram ( Perang Saudara ) maka Ki Mangunsari tersebut melarikan diri di daerah kami dan lama kelamaan beliau menetap dan akhirnya menikah dengan gadis desa tersebut, adapun alasan beliau meninggalkan Kerajaan Mataram disebabkan perang saudara dan beliau tidak mau memihak salah satu keluarga sehingga dipilihlah beliau untuk meninggalkan Kerajaan.

Dalam pengembaraan tersebut beliau mengembangkan usaha pertanian dengan menanam padi di lahan kering yang disebut tanam padi Gogo, dari hasil tanam pada Gogo tersebut keberhasilannya tersebar ke berbagai daerah sehingga banyak warga yang meniru dan akhirnya menetep di daerah dimana Ki Mangunsari itu berada. Dan seiring dengan perkembangannya jaman maka daerah tersebut diberi nama daerah Gogo atau yang lazim disebut daerah Gagan.

Setelah lebih dari setengah abad beliau menetap di daerah Gagan tersebut beliau merasa senang, tentram dan bahagia melihat warga kampung tersebut hidup berkecukupan dan hidup secara rukun. Sehingga oleh warga, Ki Mangunsari tersebut disegani atau dipertuakan oleh warga karena jasa – jasanya mensejahterakan warga.

Sebagai rasa syukur atas berkah yang diberikan oleh Allah SWT, maka Ki Mangunsari mengadakan suatu penghormatan atau rasa terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa yang disebut Sedekah Bumi atau Manganan. Dalam sambutannya pada acara tersebut Ki Mangunsari menceritakan keadaan yang dialaminya di Kerajaan Mataram yang mengalami perpecahan keluarga maka beliau berpesan agar warga di sini menjaga kerukunan antar sesama jangan sampai terjadi seperti yang ada di Kerajaan Mataram yang Ora Kanten – Kantenan.

Maka untuk mengingat pesan dari Ki Mangunsari tersebut desa ini diberi nama Desa Kanten.

Seiring bertambahnya usia maka Ki Mangunsari akhirnya dipanggil oleh Yang Maha Kuasa yang tepatnya pada hari Jum’at Pahing dan dimakamkan di Desa Kanten.

Oleh sebab itulah sebagian warga Kanten mengadakan Tahlil ataupun kiriman do’a pada hari Jum’at Pahing untuk mengenang jasa beliau. Selain itu juga meminta kepada Tuhan Yang Maha Esa agar warga Kanten diberi suatu kerukunan dan murah sandang murah pangan sing Kanten – Kantenan atau yang melimpah ruah.

Itulah asal mula terjadinya Desa Kanten dan sampai sekarang makam dari Ki Mangunsari dijadikan makam yang dikeramatkan oleh masyarakat Desa Kanten.

Karena semakin bertambahnya penduduk, akhirnya Kanten meluas Ke Barat dimana disebelah Barat Dukuh Kanten ada sebuah sumur yang airnya terasa asin. Maka oleh warga daerah itu dinamakan Dukuh Pasinan.

Untuk mencukupi kebutuhan hidup, banyak warga Desa  Kanten yang mengambil kayu bakar di hutan. Dalam perjalanan menuju hutan untuk mengambil kayu bakar,  warga desa ini sering berteduh di bawah suatu pohon yang rindang, buahnya bila dimasak berwarna kuning, rasanya agak asam, serta bila kita haus buah tersebut bila kita makan bisa menghilangkan rasa haus. Pohon tersebut bernama Pohon Mundu, setiap pagi atau pulang dari hutan warga selalu singgah dibawah Pohon Mundu. Sampai pada akhirnya ada yang menetap di sana sehingga muncul nama Dukuh Mundu.

Sedangkan untuk menjual hasil pertanian penduduk Kanten menjual ke daerah lain yang dimana mereka harus melewati suatu jalan yang terputus oleh bengawan, maka akhirnya warga membuat jembatan untuk menyambungkan dengan daerah tersebut. Lalu, warga menyebutnya sekarang dengan Dukuh Sembung.

Demikianlah asal usul terjadinya Desa Kanten yang sampai sekarang terdiri dari 4 Dukuhan yaitu Kanten, Pasinan, Mundu, dan Sembung.

Sejarah Pemerintahan Desa

NO

PERIODE

NAMA KEPALA DESA

KETERANGAN

1

1742 - 1798

RADEN. BAGUS SUPARMAN

Meninggal

2

1798 - 1850

RADEN. SAKIDIN

Meninggal

3

1850 - 1918

RADEN. KARIMIN

Meninggal

4

1918 – 1946

H. ABDUR RAHMAN

Meninggal

5

1946 – 1968

H. JA’FAR

Meninggal

6

1968 – 1978

WARSONO

Meninggal

7

1978 – 1997

KARMIN

Meninggal

8

1997 – 2007

Drs.SYAMSUL HADI

Akhir Masa Jabatan

9

2007 – 2013

SUPRAYIKNO

Akhir Masa Jabatan

10

2013 - Sekarang

Drs.SYAMSUL HADI

Masih Berjalan

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
No. HP
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Peta Desa

Aparatur Desa

Sinergi Program

Komentar Terkini

Info Media Sosial

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung